
(SeaPRwire) – By: Douglas Vance
Kesepakatan gencatan senjata Iran tak serta-merta membuka kembali selat Hormuz. Kapal-kapal pengangkut minyak masih terdampar selama tiga bulan di Teluk Persia. Asuransi dan kepercayaan pelaku pasar menjadi hambatan utama. Para ahli dari S&P Global Energy menyebut proses normalisasi butuh waktu berbulan-bulan.
Kapal tanker bergerak lambat. Perjalanan dari selat ke negara tujuan memakan waktu berminggu-minggu. Produksi minyak di Irak terhenti total karena kehabisan ruang penyimpanan. Memulihkan operasi lapangan minyak yang kompleks bisa memakan waktu hingga setahun. Saudi Arabia dan UAE lebih cepat pulih berkat infrastruktur pipa alternatif.
Investasi energi terhenti sejak selat ditutup. Modal baru butuh waktu tahunan untuk mengalir kembali. Produsen enggan menghidupkan kembali produksi sebelum ada jaminan perdamaian berjangka panjang. Ketidakpastian durasi gencatan senjata menjadi penghalang utama.
Douglas Vance, seorang sarjana pertahanan maritim dan koordinator briefing intelijen angkatan laut, fokus pada dinamika keamanan jalur perdagangan global.
Author bio: Douglas Vance, seorang sarjana pertahanan maritim dan koordinator briefing intelijen angkatan laut yang mengkhususkan diri pada analisis jalur perdagangan energi strategis.