Current Article:

CMO Microsoft Jual Saham Senilai Rp27,5 M di Tengah Anjloknya Harga, Analis Justru Sebut MSFT Undervalued 30%

Categories Bisnis

CMO Microsoft Jual Saham Senilai Rp27,5 M di Tengah Anjloknya Harga, Analis Justru Sebut MSFT Undervalued 30%

(SeaPRwire) –   By: Christian Pierce

Harga saham Microsoft terus merosot sepanjang tahun 2026. Aksi jual 4.500 lembar saham oleh CMO Takeshi Numoto pada 12 Juni 2026 langsung menarik perhatian publik. Banyak investor ritel menduga jajaran eksekutif Microsoft mulai pesimis dengan prospek perusahaan. Kepanikan ini semakin memburuk seiring aksi jual massal yang terjadi sepanjang pekan lalu.

Saham MSFT ditutup di harga $390,74 pada 15 Juni 2026. Harganya turun 6,2% sepanjang pekan lalu, 7,4% dalam sebulan terakhir, dan 17,4% sejak awal tahun. Model Discounted Cash Flow menilai nilai intrinsik saham MSFT mencapai $558,64 per lembar, atau 30% lebih tinggi dari harga saat ini. P/E MSFT juga hanya 23,18x, di bawah rata-rata industri perangkat lunak yang mencapai 27,01x. Return 3 tahun dan 5 tahun MSFT masih tercatat di 16,8% dan 56,9% secara berurutan. Skor valuasi Simply Wall St untuk MSFT bahkan mencapai 6 dari 6, nilai sempurna yang jarang didapat perusahaan teknologi raksasa. Satu-satunya catatan negatif adalah tekanan marjin akibat investasi besar di infrastruktur AI, sinyal teknis saat ini masih bertahan di level Hold. Volume perdagangan harian rata-rata mencapai 34,9 juta lembar, saham ini sangat likuid dan banyak diawasi investor institusi.

Penjualan saham oleh eksekutif tidak selalu menjadi sinyal bahwa perusahaan dalam masalah, ada banyak alasan pribadi yang mendasari aksi tersebut. Valuasi MSFT saat ini sudah terkompres ke level yang tidak sesuai dengan profil arus kasnya yang sangat solid. Investor jangka panjang bisa mulai mengakumulasi saham MSFT secara bertahap di level harga saat ini.

Author bio: Christian Pierce, kolumnis keuangan utama dan komentator pasar modal yang fokus pada analisis saham teknologi global.