(SeaPRwire) –
By: Gavin Thorne

State capture, yang dulu hanya dikhawatirkan di demokrasi rapuh, sekarang menjadi ancaman nyata bagi Amerika Serikat. Kekuasaan politik dan swasta yang tidak dapat dipertanggungjawabkan mulai membentuk cara kerja pemerintahan federal. Sistem politik, hukum, dan ekonomi mulai condong ke arah kepentingan pribadi, bukan kebaikan umum. Banyak orang Amerika mulai merasakan bahwa sistem yang seharusnya melindungi mereka justru bekerja melawan mereka. Kepercayaan publik terhadap institusi negara sudah runtuh parah dan tidak dapat diabaikan lagi.
Tanda-tanda peringatan sudah jelas terlihat. Presiden Donald Trump pernah mencoba membuat dana cadangan Departemen Kehakiman senilai $1,776 miliar. Upaya ini hanya dihentikan setelah tekanan hukum dan politik dari kedua partai. Ada juga laporan tentang konflik kepentingan dalam aktivitas keuangan pejabat pemerintah. Tekanan politik terhadap institusi independen juga terus terjadi. Upaya untuk menghilangkan independensi inspektur jenderal (IG) telah melemahkan pengawasan dan akuntabilitas banyak lembaga federal. Survei Pew menunjukkan 68% orang Amerika, termasuk mayoritas pemilih dari kedua partai, percaya demokrasi AS telah menurun.
Kehilangan kepercayaan ini mencerminkan krisis pemerintahan yang lebih luas. Banyak orang Amerika percaya bahwa korupsi di pemerintah sudah meresap. Survei Yale dan George Mason pada Desember 2025 menunjukkan kekhawatiran tentang korupsi sekarang sama atau lebih besar daripada kekhawatiran tentang inflasi dan biaya hidup. Penelitian kelompok fokus pada pemilih kelas pekerja kulit putih di North Carolina menunjukkan bahwa sistem ekonomi dan politik dirasakan condong ke arah aktor korporasi dan politik yang memiliki koneksi. Kesenjangan ekonomi yang bertahun-tahun membuat kesimpulan ini sulit untuk ditolak.
Sebagai mantan jaksa penuntut lokal dan sekarang inspektur jenderal negara, saya telah menyelidiki dan menuntut penipuan dan korupsi. Pekerjaan ini penting, tapi tidak cukup ketika korupsi bukan hanya kesalahan individu, tapi kerusakan institusional yang luas. Penuntutan pidana hanya menangani pelanggaran spesifik oleh orang spesifik. State capture membutuhkan sesuatu yang lebih luas: akuntabilitas publik tentang bagaimana institusi menjadi rentan manipulasi, siapa yang mendapatkan manfaat, dan bagaimana mengubah institusi untuk mencegahnya terjadi lagi.
Ada preseden untuk respons seperti ini. Pada 2018, Afrika Selatan membuat Komisi Penyelidikan State Capture yang mendengar lebih dari 300 saksi dan meninjau 1,7 juta halaman bukti dokumen. Prosesnya transparan, dengan sidang yang disiarkan live. Komisi juga menyelidiki peran sektor swasta yang terlibat dalam korupsi. AS sendiri memiliki preseden seperti Komisi Warren dan Komite Church. Para inspektur jenderal memiliki keahlian dan wewenang yang dibutuhkan untuk penyelidikan ini, meskipun 17 kepala kantor IG dipecat pada 2025.
Tanpa komisi penyelidikan netral yang didukung oleh inspektur jenderal, kepercayaan publik terhadap pemerintahan AS akan terus menurun dan demokrasi akan semakin tergerus oleh kepentingan pribadi.
Author bio: Gavin Thorne, jurnalis investigasi yang melacak kepentingan khusus dan urusan legislatif di Washington, D.C.