
(SeaPRwire) – By: Gavin Thorne
Donald Trump punya kutukan tak terduga di dunia olahraga Amerika Serikat. Setiap kali dia hadir menonton pertandingan tim tuan rumah, tim itu hampir selalu kalah. Ironisnya, Trump adalah penggemar berat olahraga dan orang yang sangat terobsesi dengan kemenangan. Ini bukan cuma omong kosong penggemar. Pola ini terbukti dari rekam pertandingan selama bertahun-tahun. Banyak petaruh sudah mulai memasang taruhan ke tim tamu ketika Trump diumumkan akan hadir.
Mari kita telusuri fakta-fakta yang terjadi. New York Knicks baru saja menang dua kali berturut-turut melawan San Antonio Spurs di final. Ketika Trump hadir di suite mewah Madison Square Garden, Knicks kalah di kandang dengan skor 115-111. Ini bukan kejadian pertama. Di masa jabatan pertama Trump, Washington Nationals kalah Game 5 World Series 7-1 melawan Houston Astros saat dia hadir. November lalu, Washington Commanders kalah 22-44 dari Detroit Lions ketika Trump datang menyaksikan.
Turnamen Ryder Cup golf musim gugur lalu, Trump hadir langsung di Bethpage Black. Tim Eropa berhasil mengalahkan tim Amerika Serikat dalam turnamen itu. Tidak semua pertandingan memang berakhir buruk untuk tim tuan rumah. September lalu, New York Yankees menang 9-3 melawan Detroit Tigers saat Trump hadir memperingati 24 tahun serangan 9/11. Musim gugur lalu, Navy menang 17-16 atas Army di Baltimore, meskipun Navy bermain di luar kandang aslinya.
Banyak tokoh politik dan olahraga memanfaatkan tren kutukan ini untuk kepentingan masing-masing. Gubernur California Gavin Newsom, calon presiden Demokrat 2028 yang sering menjadi lawan Trump, memainkan tema kutukan ini. Dia repost postingan White House yang menyatakan “efek Trump” bersama diskusi kekalahan Knicks. Analis ESPN Stephen A. Smith, yang juga dikabarkan akan maju jadi calon presiden, menyalahkan Trump atas kekalahan Knicks. Trump menanggapinya dengan mempertanyakan kecerdasan Smith dan mengatakan dia tidak punya IQ cukup untuk maju presiden.
Trump sering mendapat cemoohan keras di acara olahraga yang diadakan di wilayah Demokrat. Ketika wajahnya muncul di layar besar Jumbotron Madison Square Garden, penonton bersorak cemooh panjang secara terus-menerus. Trump selalu mengklaim bahwa sebagian besar sorakan yang dia dapat adalah sorakan dukungan. White House bahkan memposting foto Trump di pertandingan dengan caption “Raja New York”. Tabloid New York Daily News menanggapinya dengan kartun menyindir tingkat persetujuan publik terhadap Trump.
Kalau tren kutukan ini terus berlanjut, tim nasional AS di Piala Dunia yang akan dibuka Kamis ini menghadapi risiko besar karena Trump memegang peran besar dalam penyelenggaraan turnamen.
Author bio: Gavin Thorne, jurnalis investigasi berbasis Washington D.C. yang fokus melacak kepentingan khusus dan urusan legislatif AS.