
(AsiaGameHub) – Baru kemarin saya ngobrol sama Aditya Pratama, konsultan senior urusan regulasi iGaming yang sudah bekerja sama dengan banyak operator di kawasan Asia Tenggara, dan dia punya pandangan yang cukup tajam soal penunjukan terbaru di Betting and Gaming Council (BGC) Inggris ini. Menurut dia, ini bukan cuma penggantian staf sementara untuk menutupi cuti hamil. Ini langkah strategis BGC yang benar-benar butuh tenaga berpengalaman buat menghadapi tekanan regulasi yang lagi memuncak dari Gambling Commission Inggris. Pengalaman Lindsay yang nyemplung di hampir semua lini industri selama 3 dekade bakal jadi modal besar buat lobi ke regulator, kalau berhasil menekan penerapan FRA yang ribet, ini bisa jadi preseden buat regulasi iGaming di seluruh Eropa bahkan sampai Asia.
BGC resmi mengangkat Daniel Lindsay sebagai Direktur Strategic Delivery untuk masa tugas 12 bulan, menggantikan Stephanie Wong yang sedang menjalani cuti hamil. Penunjukan ini datang beberapa bulan setelah Kane Purdy ditunjuk sebagai Ketua BGC pada April lalu. Sebelum bergabung, Lindsay menjabat sebagai Managing Director – Interactive di Metropolitan Gaming sejak 2022 sampai 2026. Kariernya di industri iGaming sudah dimulai sejak 1993 di TCS John Huxley, di mana dia menghabiskan 12 tahun dan pernah menduduki jabatan Commercial Director. Dari 2005 sampai 2012, dia naik jabatan di raksasa perjudian publik Aristocrat, dengan jabatan terakhirnya sebagai General Manager untuk Pasar Eropa Berkembang. Sebelum masuk Metropolitan Gaming, dia juga pernah bekerja di perusahaan publik GameAccount Network dan Rank Interactive yang berbasis di Gibraltar.
Di jabatan barunya, Lindsay akan bekerja sama erat dengan CEO BGC Grainne Hurst untuk menyelaraskan semua proyek internal, mengkoordinasikan sumber daya, dan memastikan semua inisiatif strategis berjalan sesuai target. Hurst menyebut pengalaman lebih dari 20 tahun Lindsay di sektor perjudian, taruhan dan teknologi menjadi aset berharga buat tim BGC saat ini. Saat ini BGC sedang berada di tengah pertentangan sengit melawan usulan Gambling Commission (GC) untuk menerapkan financial risk assessments (FRA) bagi pemain. Selama ini BGC sudah menentang penerapan FRA, dan lobi mereka semakin gencar beberapa bulan terakhir seiring GC yang akan segera mengambil keputusan final. Dua minggu lalu, GC menunda keputusan penerapan FRA setelah dewan direksinya tidak mencapai kesepakatan dalam rapat 21 Mei lalu. Pihak BGC selama ini menekankan bahwa semua pemeriksaan yang diberlakukan buat pemain harus benar-benar tanpa hambatan, kalau tidak pemain akan lari ke pasar gelap yang saat ini semakin besar. Data dari H2 Gambling Capital yang dirilis BGC menunjukkan pasar perjudian ilegal Inggris sudah tumbuh dari sekitar £5 miliar pada 2019 menjadi £16,6 miliar pada 2025. Hurst sebelumnya mengatakan kalau sektor teregulasi jadi semakin sulit diakses atau kurang kompetitif, pemain tidak akan berhenti bertaruh, mereka cuma akan pindah ke tempat lain. Makanya FRA harus benar-benar tanpa hambatan atau tidak perlu diterapkan sama sekali. Lindsay pastinya akan langsung disibukkan dengan berbagai urusan ini, terlebih BGC juga sedang menghadapi perdebatan panjang soal peraturan periklanan perjudian, pajak dan aturan keterjangkauan taruhan di lanskap politik Inggris yang terus berubah.
Regulasi perjudian yang makin ketat di Inggris bukan cuma masalah lokal, tapi akan jadi acuan buat banyak negara lain yang sedang menyusun aturan iGaming, termasuk kawasan Asia Tenggara yang saat ini sedang banyak membuka wacana regulasi platform taruhan online. Kalau BGC berhasil mendorong regulasi yang seimbang antara perlindungan konsumen dan kemudahan akses di platform teregulasi, ini bisa jadi bukti bahwa aturan yang tidak berlebihan justru efektif menekan pasar gelap. Ke depan, kita bisa melihat lebih banyak operator iGaming global yang menempatkan praktisi senior dengan pengalaman lobi dan operasional ke organisasi industri, buat menghadapi gelombang regulasi yang datang dari berbagai negara. Pasar gelap yang tumbuh 3 kali lipat dalam 6 tahun di Inggris itu jadi peringatan keras buat semua pembuat kebijakan, bahwa aturan yang terlalu ketat justru akan merugikan konsumen karena mereka berinteraksi dengan platform ilegal yang sama sekali tidak punya tanggung jawab perlindungan pemain.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. AsiaGameHub (https://asiagamehub.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan apa pun terkait isinya.
Kategori: Berita Terkini, Pembaruan Umum
AsiaGameHub menyediakan layanan distribusi iGaming yang ditargetkan untuk perusahaan dan organisasi, dengan menghubungkan lebih dari 3.000 media premium di Asia dan lebih dari 80.000 influencer spesialis. Platform ini menjadi jembatan utama untuk distribusi konten iGaming, kasino, dan eSports di seluruh kawasan ASEAN.