Current Article:

Saham Deutsche Telekom Anjlok 4%: Rencana Merger T-Mobile US Cuma Proyek Warisan CEO Sebelum Pensiun?

Categories Bisnis

Saham Deutsche Telekom Anjlok 4%: Rencana Merger T-Mobile US Cuma Proyek Warisan CEO Sebelum Pensiun?

(SeaPRwire) –

By: Christian Pierce

Rencana merger penuh Deutsche Telekom dengan T-Mobile US langsung bikin pasar bereaksi negatif. Saham Deutsche Telekom anjlok hingga 3,9% sehari setelah laporan Wall Street Journal muncul. Pemegang saham minoritas T-Mobile US sudah menunjukkan sikap skeptis sejak awal. Mereka tidak mau terpapar operasi internasional Deutsche Telekom yang marginnya jauh lebih rendah.

Deutsche Telekom AG, DTEGY
DTEGY Stock Card

Penurunan ini adalah yang terbesar sejak 22 April, ketika Bloomberg pertama kali bawa kabar soal wacana merger. Saat itu saham Deutsche Telekom jatuh 4,8%. T-Mobile US saat ini menyumbang hampir dua pertiga dari total pendapatan grup, menjadi unit paling berharga milik Deutsche Telekom. CEO Tim Höttges mendorong kesepakatan ini sebelum ia pensiun akhir 2028. Ia punya sekitar dua setengah tahun untuk selesaikan transaksi lintas batas yang rumit ini. Sebelumnya, keputusan T-Mobile US menghapus komitmen DEI tahun lalu juga memicu ribuan email keluhan dari pemegang saham Jerman. Pemerintah Jerman yang memegang 28% saham Deutsche Telekom juga harus menyetujui rencana ini. Nantinya akan ada proses regulasi dan tinjauan keamanan di Jerman dan Amerika Serikat. Deutsche Telekom sendiri menolak berkomentar, Höttges pada panggilan laba 13 Mei mengatakan tidak akan menanggapi rumor pasar. Saham T-Mobile US hanya naik tipis 0,34% hingga 0,38% pada hari yang sama, menunjukkan investor belum memperhitungkan kesepakatan yang pasti.

Höttges ingin jadikan merger ini warisan kariernya sebelum mundur dari jabatan. Tapi resistensi dari pemegang saham minoritas dan hambatan regulasi lintas negara sangat besar. Kemungkinan kesepakatan ini batal lebih besar daripada berhasil terealisasi dalam tiga tahun ke depan.

Author bio: Christian Pierce, kolumnis keuangan utama dan komentator pasar yang telah meliput industri telekomunikasi global selama 12 tahun.