
(SeaPRwire) – By: Gavin Thorne
[Paragraph 1]
Uang miliaran dolar dari raja-raja teknologi ternyata tidak bisa membeli kursi kekuasaan. Hasil pemilu pendahuluan California adalah tamparan keras bagi ilusi bahwa modal bisa menggantikan legitimasi politik. Mereka kalah di pertarungan besar, meski menang di beberapa pertempuran kecil. Ini bukan sekadar kegagalan kandidat, melainkan kegagalan sebuah asumsi tentang demokrasi.
[Paragraph 2]
Matt Mahan, kandidat gubernur dari San Jose, mengakui kekalahan hanya beberapa menit setelah tempat pemungutan suara tutup. Dia mengumpulkan lebih banyak donasi dari industri teknologi daripada siapa pun. Dukungan datang dari Sergey Brin (Google) dan Patrick Collison (Stripe). Hasilnya? Dengan sekitar 60% surat suara terhitung, Mahan hanya meraih 4%. Di kursi Kongres, pengusaha teknologi Ethan Agarwal, yang didukung eksekutif DoorDash dan Y Combinator, juga menelan kekalahan dua digit. Dia hanya dapat 6% suara.
[Paragraph 3]
Namun, di beberapa perlombaan lain, uang teknologi masih berbicara. Scott Wiener, yang kampanyenya didukung super PAC dari Garry Tan dan miliarder kripto Christian Larsen (Ripple Labs), maju ke pemilihan umum dengan 41% suara. Di tingkat Majelis Negara Bagian, kandidat seperti Mark Pulido dan David Penaloza, yang menerima ratusan ribu dolar dari super PAC yang didanai Larsen dan Tim Draper, juga tampak akan maju. Meta dan Google masing-masing menyumbang $5 juta ke super PAC yang mendukung Pulido.
[Paragraph 4]
Para ahli politik menyebut hasil campuran ini membuktikan bahwa dukungan teknologi saja tidak cukup. Uang tidak bisa memotong jalan tradisional menuju keterpilihan: catatan kinerja, pengalaman, dan pengenalan publik. Ada perbedaan mendasar antara “media berbayar” yang dibeli dengan uang donasi dan “media yang diraih” secara organik dari resonansi pesan. Yang terakhir inilah yang mengonversi suara.
[Paragraph 5]
Keterkaitan dengan Big Tech justru bisa menjadi bumerang. Sebuah studi Brennan Center menemukan mayoritas bipartisan percaya sumbangan kampanye dari korporasi besar menyebabkan korupsi. Survei Pew 2024 menunjukkan hampir 80% warga Amerika merasa perusahaan media sosial terlalu berpengaruh. Skeptisisme bipartisan ini membuat label “pro-teknologi” menjadi kurang menguntungkan secara elektoral. Uang donasi gagal mengangkat kandidat melampaui kerentanan dasar mereka.
[Paragraph 6]
Meja perundingan kebijakan AI dan pusat data di Sacramento akan tetap penuh dengan lobi mereka, terlepas dari siapa yang menang atau kalah di bilik suara.
Author bio: Gavin Thorne, jurnalis investigasi politik dalam negeri yang berbasis di Washington, D.C., meliput persimpangan kekayaan, teknologi, dan kekuasaan selama lebih dari satu dekade.