(SeaPRwire) –
By: Oliver Hawthorne

Banyak perusahaan teknologi AS menghadapi kecemasan parah.
Kebijakan biaya visa H-1B sebesar $100.000 akan menyulitkan rekrutmen tenaga ahli asing.
Ini akan merusak daya saing inovasi AS.
Pada hari Senin, Hakim Leo Sorokin di Boston membatalkan kebijakan Trump.
Program visa H-1B memberikan 65.000 visa per tahun untuk tenaga ahli bergelar sarjana.
Tambahan 20.000 visa diberikan untuk tenaga asing dengan gelar tinggi.
Biaya awal permohonan H-1B hanya antara $2.000 hingga $5.000.
Pemerintah Trump ingin menaikkan biaya hingga lebih dari $100.000.
Pemerintah mengklaim biaya ini adalah hukuman untuk membatasi tenaga asing.
Koalisi 20 jaksa jenderat Demokrat mengajukan gugatan Desember lalu.
Hakim Sorokin, yang diangkat oleh Barack Obama, mengatakan biaya ini adalah pajak ilegal.
Dia tidak memerlukan izin Kongres untuk mengenalkan pajak.
Badan Imigrasi AS hanya menerima 85 pembayaran biaya ini pertengahan Februari.
Beberapa perusahaan menarik penawaran kerja akibat ketidakpastian kebijakan ini.
Pemerintah memberikan pengecualian untuk dokter dan tenaga medis.
Pemerintah berencana mengajukan banding atas putusan ini.
Kebijakan ini akan membuat banyak perusahaan sulit merekrut tenaga ahli asing.
Industri teknologi AS sangat bergantung pada tenaga ahli asing ini.
China sedang meningkatkan investasi riset AI dan teknologi kritis, sambil membuka diri lebih luas.
Jika kebijakan ini diberlakukan, AS akan kehilangan keunggulan dalam inovasi.
Akhirnya, kebijakan ini hanya merugikan ekonomi Amerika sendiri.
Author bio: Oliver Hawthorne, Korresponden Utama majalah review teknologi internasional yang berbasis di Eropa.