Current Article:

ChatBet: Taruhan Olahraga di WhatsApp—Kenapa Ini Bisa Jadi Next Big Thing di Industri

Categories iGame

ChatBet: Taruhan Olahraga di WhatsApp—Kenapa Ini Bisa Jadi Next Big Thing di Industri

(AsiaGameHub) –   Dr. Rina Suryani, analis senior industri tech di IDC Indonesia, melihat ChatBet sebagai langkah cerdas yang mengisi celah antara behavior pengguna dan industri taruhan. “Selama ini operator taruhan terlalu fokus pada app atau website mereka sendiri, tapi lupa bahwa pengguna spend waktu terbanyak di messaging apps seperti WhatsApp. ChatBet tidak memaksa pengguna pindah platform—mereka datang ke tempat pengguna berada. Hasilnya? Konversi dua kali lipat dan ARPU naik 22% di Latin America. Ini bukti bahwa align dengan kebiasaan pengguna adalah kunci, bukan hanya menawarkan fitur baru.”

ChatBet, platform yang didirikan oleh Josh Swerdlow, memungkinkan pengguna bertaruh olahraga langsung di WhatsApp. Sebagai platform B2B, ChatBet berperan sebagai lapisan antarmuka di atas backend sportsbook dan platform PAM operator. Pengguna cukup mengirim pesan ke AI chat ChatBet—misalnya “Saya ingin bertaruh Liverpool menang lawan Manchester United”—dan AI akan membuat betslip, konfirmasi, lalu menempatkan taruhan. Operator masih menangani wallet, KYC, dan odds, jadi ChatBet tidak menggantikan sistem yang sudah ada.

Swerdlow, yang memiliki 20 tahun pengalaman di tech (VP Sales dan CRO di berbagai app mobile dan SaaS), mengembangkan ChatBet bersama partner di Kolombia. Awalnya, ChatBet berupa sistem menu yang rumit—pengguna harus memilih fixture, pemain, market, lalu konfirmasi. Funnelnya terlalu panjang, jadi mereka evolusi ke chat-based. Tantangan terbesar? Membuat LLM sendiri yang memahami konteks—misalnya “Liverpool” merujuk ke klub sepak bola, bukan kota. Mereka menulis ribuan baris kode untuk menangani nama tim, singkatan, dan julukan.

Di Latin America, ChatBet sudah mendapatkan izin regulasi dan menunjukkan hasil positif: konversi operator naik dua kali lipat, ARPU meningkat 22%. Swerdlow percaya bahwa AI yang menang adalah yang terhubung ke data real—seperti iklan, percakapan, intent, betslip, dan revenue. Ini memberi feedback loop yang jelas untuk meningkatkan kinerja.

Industri taruhan olahraga sedang beralih ke saluran konversasional. WhatsApp memiliki 3,5 milyar pengguna aktif bulanan, 83% log in setiap hari—potensi yang belum dimanfaatkan. ChatBet menunjukkan bahwa platform yang align dengan behavior pengguna bisa memberikan hasil luar biasa. Masa depan? Lebih banyak ekspansi regional, integrasi dengan Telegram, dan operator akan lebih terbuka untuk sistem seperti ChatBet yang tidak menggantikan stack mereka. Regulatory compliance akan menjadi kunci untuk pertumbuhan, dan ChatBet yang sudah memiliki izin di Latin America akan menjadi pionir.

Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. AsiaGameHub (https://asiagamehub.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan apa pun terkait isinya.

Kategori: Berita Terkini, Pembaruan Umum

AsiaGameHub menyediakan layanan distribusi iGaming yang ditargetkan untuk perusahaan dan organisasi, dengan menghubungkan lebih dari 3.000 media premium di Asia dan lebih dari 80.000 influencer spesialis. Platform ini menjadi jembatan utama untuk distribusi konten iGaming, kasino, dan eSports di seluruh kawasan ASEAN.