TLDRs;
- Saham Uber sedikit menurun setelah mengumumkan kemitraan pusat data India dengan Adani Group untuk perluasan infrastruktur AI
- Fasilitas baru ini akan mendukung sistem AI Uber dan diharapkan selesai dan beroperasi pada tahun 2026
- Kemitraan ini menyelaraskan Uber dengan pembangunan infrastruktur AI bertenaga terbarukan dan pusat data senilai $100 miliar dari Adani
- Langkah ini mencerminkan tekanan yang meningkat dari aturan lokalisasi data India dan strategi penskalaan AI jangka panjang Uber
(SeaPRwire) – Saham Uber Technologies (UBER) sedikit merosot pada perdagangan awal setelah perusahaan mengumumkan kemitraan besar dengan Adani Group dari India untuk membangun pusat data pertamanya di negara tersebut. Langkah ini menandai langkah signifikan dalam strategi infrastruktur global Uber saat bersiap untuk memperdalam jejak teknologinya di salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat.
Fasilitas tersebut, yang diharapkan beroperasi pada tahun 2026, akan digunakan untuk menguji dan menerapkan sistem teknologi canggih Uber, termasuk alat yang didorong oleh kecerdasan buatan yang mendukung layanan ride-hailing, optimalisasi logistik, dan keandalan platform.
Pengumuman tersebut dibuat oleh CEO Dara Khosrowshahi selama kunjungannya ke India, di mana ia bertemu dengan pejabat pemerintah terkemuka, termasuk Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman dan Menteri Penerbangan Ram Mohan Naidu.
Kolaborasi Strategis Adani
Keputusan Uber untuk bermitra dengan Adani Group menempatkannya dalam salah satu ekspansi infrastruktur paling ambisius di India. Adani dilaporkan berkomitmen hingga $100 miliar untuk pusat data bertenaga terbarukan dan infrastruktur siap AI selama dekade berikutnya, memposisikan dirinya sebagai pemain sentral dalam transformasi digital India.
Kolaborasi ini juga menyelaraskan Uber dengan daftar perusahaan teknologi global yang terus bertambah yang bekerja sama dengan Adani dalam proyek komputasi skala besar.
Uber Technologies, Inc., UBER

Google sebelumnya telah bermitra dengan konglomerat tersebut untuk pusat AI senilai miliaran dolar di Visakhapatnam, sementara Microsoft terlibat dalam pengembangan infrastruktur serupa di Hyderabad dan Pune. Masuknya Uber ke dalam ekosistem ini menandakan niatnya untuk bersaing pada tingkat infrastruktur yang lebih dalam daripada hanya mengandalkan penyedia cloud pihak ketiga.
Tekanan Regulasi dan Data
Salah satu pendorong utama di balik keputusan Uber adalah pengetatan persyaratan lokalisasi data di India. Peraturan ini mengharuskan kategori data pengguna dan operasional tertentu untuk tetap berada di dalam batas negara, mendorong perusahaan teknologi global untuk membangun infrastruktur lokal alih-alih sepenuhnya mengandalkan server di luar negeri.
Dengan mendirikan pusat data domestik, Uber bertujuan untuk mematuhi standar peraturan yang berkembang ini sambil juga meningkatkan kinerja, mengurangi latensi, dan memperkuat ketahanan platform. Pengamat industri mencatat bahwa kemitraan semacam itu dengan raksasa infrastruktur lokal seperti Adani mungkin menjadi semakin umum seiring negara-negara memberlakukan aturan kedaulatan digital yang lebih ketat.
Ekspansi AI dan Strategi Global
Fasilitas baru ini diharapkan memainkan peran sentral dalam strategi kecerdasan buatan jangka panjang Uber. Platform ride-hailing dan logistik modern sangat bergantung pada pemrosesan data real-time, model machine learning, dan sistem prediktif untuk mengelola penetapan harga, perutean, dan perkiraan permintaan.
#TechToday | Uber to set up first India data centre with Adani Group as it expands tech footprint https://t.co/Xnf6jEdskm
— Business Today (@business_today) May 13, 2026
Selain kepatuhan, langkah ini mencerminkan dorongan yang lebih luas dari Uber untuk meningkatkan kemampuan AI-nya di pasar negara berkembang. India, dengan basis pengguna yang besar dan ekonomi digital yang berkembang pesat, menawarkan baik sebagai tempat pengujian maupun mesin pertumbuhan untuk teknologi semacam itu. Pertemuan terbaru CEO Dara Khosrowshahi dengan pejabat India menyoroti niat perusahaan untuk memperkuat keselarasan peraturan sambil memperluas kedalaman operasional.
Uber dan Adani sebelumnya telah menjajaki peluang kolaborasi potensial, termasuk mobilitas listrik dan ekosistem super-app terintegrasi. Kemitraan yang diperbarui ini sekarang berfokus pada infrastruktur, menunjukkan keselarasan yang lebih mendasar dan jangka panjang antara kedua perusahaan.
Namun, analis menyarankan bahwa langkah ini pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi operasional Uber di India dan pasar teregulasi lainnya. Dengan melokalkan infrastruktur, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada layanan cloud pihak ketiga dan meningkatkan kemampuannya untuk menskalakan layanan yang didorong oleh AI secara global.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. SeaPRwire (https://www.seaprwire.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan sehubungan dengan hal tersebut.
Sektor: Top Story, Daily News
SeaPRwire menyediakan distribusi siaran pers real-time untuk perusahaan dan lembaga, menjangkau lebih dari 6.500 toko media, 86.000 editor dan jurnalis, dan 3,5 juta desktop profesional di 90 negara. SeaPRwire mendukung distribusi siaran pers dalam bahasa Inggris, Korea, Jepang, Arab, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Vietnam, Thailand, Indonesia, Melayu, Jerman, Rusia, Prancis, Spanyol, Portugis dan bahasa lainnya.