Nepal-Earthquake-2023

KATHMANDU, Nepal — Korban dari gempa bumi kuat yang mengguncang barat laut Nepal di tengah malam meningkat menjadi 157 pada Sabtu.

Sebagian besar yang tewas tertimpa puing-puing ketika rumah mereka — biasanya dibangun dengan menumpuk batu dan kayu — roboh akibat goncangan gempa pada tengah malam Jumat, media lokal melaporkan.

Sementara petugas penyelamat bergegas mengirimkan bantuan, operasi mengalami hambatan karena banyak desa pegunungan hanya dapat diakses dengan berjalan kaki. Jalan juga terblokir akibat longsoran tanah yang dipicu gempa bumi.

Pemerintah berupaya mengirimkan sebanyak mungkin bantuan ke daerah terdampak. Tenda, makanan dan obat diterbangkan karena ribuan orang kehilangan tempat tinggal semalam.

“Saya sedang tidur lelap ketika tiba-tiba mulai berguncang dengan keras. Saya berusaha berlari tapi seluruh rumah roboh. Saya berusaha melarikan diri tapi setengah tubuh saya terkubur di puing-puing,” kata Bimal Kumar Karki, salah satu orang pertama yang dibawa ke rumah sakit regional.

“Saya berteriak, tapi semua tetangga saya berada dalam situasi yang sama dan berteriak meminta tolong. Butuh setengah jam hingga satu jam sebelum penyelamat menemukan saya,” katanya.

Pria lain yang terluka juga menggambarkan terkubur saat tidur.

“Saya sedang tidur malam dan sekitar pukul 10 atau 11 malam mulai berguncang dan rumah roboh. Banyak sekali rumah yang runtuh dan banyak orang yang terkubur,” kata Tika Ram Rana, yang kepalanya dibalut perban putih.

Selain bantuan, penyelamat fokus menemukan korban selamat.

Stasiun televisi lokal menayangkan cuplikan tentara menemukan jenazah sementara yang lain membantu menggali dan mengangkut korban luka.

Gempa bumi dengan kekuatan preliminer 5,6 skala richter itu terjadi pada kedalaman 18 kilometer. Pusat Pemantauan dan Penelitian Gempa Bumi Nasional Nepal menyebut episenternya berada di Jajarkot, sekitar 400 kilometer timur laut ibu kota Kathmandu.

Di distrik Jajarkot, yang sebagian besar lahan pertanian, setidaknya 105 orang dikonfirmasi tewas sementara 52 orang tewas di distrik tetangga Rukum, menurut pejabat.

Petugas keamanan bekerja sama dengan warga semalaman untuk mengeluarkan jenazah dan korban luka dari rumah-rumah yang runtuh. Angka korban diperkirakan akan terus meningkat karena komunikasi masih terputus di banyak tempat, kata otoritas.

Di rumah sakit regional di kota Nepalgunj, lebih dari 100 tempat tidur disiapkan dan tim dokter berjaga siap membantu korban luka.

Selain helikopter penyelamat, pesawat pemerintah dan militer kecil yang mampu mendarat di landasan gunung juga digunakan untuk mengangkut korban luka ke Nepalgunj.

Perdana Menteri Pushpa Kamal Dahal terbang dengan helikopter bersama tim dokter. Dahal pernah memimpin pemberontakan bersenjata komunis pada 1996-2006 yang bermula di distrik yang terkena dampak gempa bumi.

Gempa bumi, yang terjadi saat banyak orang sudah tidur di rumah, juga dirasakan di ibu kota India, New Delhi, lebih dari 800 kilometer jauhnya.

Gempa bumi umum terjadi di Nepal pegunungan. Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala richter pada 2015 menewaskan sekitar 9.000 orang dan merusak sekitar 1 juta bangunan.

India tetangga menawarkan bantuan dalam upaya evakuasi.

Perdana Menteri India Narendra Modi membagikan di media sosial bahwa dia sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa dan kerusakan akibat gempa bumi di Nepal. “India berpihak pada rakyat Nepal dan siap memberikan semua bantuan yang mungkin,” katanya.